
Pagi itu, ketika bangun tidur, aku langsung menyadari bahwa hari tersebut adalah jadwal gladi bersih di masing-masing fakultas untuk acara Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB). Kemudian saja aku bersiap-siap membawa yang diperlukan dan juga datang sesuai jadwal seperti yang diinformasikan pada website yang sudah kulihat di hari sebelumnya. Perasaan senang dan juga bangga tak dapat disembunyikan karena diterima di fakultas impian sewaktu SMP, apalagi diterima melalui jalur tes tertulis SBMPTN.
Ps: Saat di SMA dengan pilihan jurusan mipa-ekonomi, saya memiliki banyak keinginan dan pertimbangan soal prodi kuliah seperti teknik arsitektur, pendidikan dokter, pendidikan dokter gigi, farmasi, akuntansi, bahkan ilmu psikologi dan ilmu hukum. Meski sudah memantapkan hati sejak awal semester lima untuk prodi akuntansi, seminggu sebelum pendaftaran SBMPTN saya kembali mendapat hidayah Sang Ilahi terakhir kalinya untuk mengambil prodi manajemen.
Aku segera menyambangi kelompokku setelah sampai di lokasi. Dari 36 kelompok se-fakultas, dibagi menjadi dua kloter untuk dua aktivitas yang berbeda yaitu keliling kampus dan technical meeting PPSMB fakultas. Kelompokku mendapat jatah keliling kampus terlebih dahulu. Kemudian saja aku berjalan dengan teman yang baru kukenal. Namanya Putri, asal Solo, teman duduk disebelahku. Aku mengobrol banyak sekali dengannya sambil berjalan mengikuti kakak pemandu. Meskipun lelah karena luasnya kampus kami dan beberapa kali juga menaiki tangga, aku merasa senang. Tidak pernah terbayangkan bahwa akan tinggal di tempat ini selama kurang lebih empat tahun. Fasilitas yang baik (mungkin terbaik) dan lingkungan yang asri membuat segera ingin merasakan kehidupan berkuliah disini.
Technical meeting PPSMB fakultas berlangsung lancar. Di fakultas kami, terdapat lagu-lagu dengan tarian wajib sehingga membuat suasana mengasyikkan. Kami diajak untuk ikut serta mencoba tarian dari lagu wajib SIMFONI (PPSMB FEB) 2016. Gelak tawa pun bersahutan karena melihat bentuk satu sama lain saat menari. Tetapi keadaan yang girang ini tidak berlangsung lama, tiba-tiba saja kakak dari tim hitam datang membacakan tata tertib. Semua mendengarkan dengan khidmat.
Seluruh mahasiswa baru dikumpulkan kembali di Plaza. Guyonan dan pengumuman singkat mengisi waktu kami menunggu gladi bersih PPSMB palapa. Setelah sholat, kami dikumpulkan berbaris sesuai gugus yang sudah diberitahukan sebelumnya. Keuntungan berpihak pada kami karena jarak menuju lapangan Pancasila (lapangan depan GSP) adalah yang terdekat daripada fakultas lain. Setelah sampai pada gugus masing-masing, kami menunggu kedatangan teman-teman kami yang lain yang berasal dari fakultas yang jauh.
Posisi kami tidak permanen, kerap kali bergeser. Posisi tempat dudukkupun terus berubah. Terakhir, aku duduk bersebelahan dengan Melati, asal Klaten. Aku juga mengobrol banyak dengannya, bahkan ada yang mengira bahwa kita berasal dari SMA yang sama. Waktu terus berjalan dan akhirnya gugus kami dipanggil masuk lapangan. Keadaan yang penuh sesak membuat suasana menjadi membosankan dan mengundang kantuk. Namun tak lama kemudian kakak mc mengajak kami menari dengan pompom dan juga gladi bersih human LED. Perjuangan kesabaran kami berbuah, kami merasa senang.
Kami memperkenalkan diri satu sama lain dalam satu gugus, setelah gladi bersih. Kami, gugus Suhardi Tjahjono 04, dipandu oleh kak Mia dan kak Pandu. Kakak-kakak pemandu mengumumkan informasi-informasi penting dan melayani tanya jawab. Setelah dipanggil untuk mengumpulkan pompom dan kertas asturo, kami dipersilakan untuk pulang. Lelahnya badan, tak menyurutkan semangat mengikuti PPSMB. Sungguh tak sabar untuk segera sampai di hari terakhir PPSMB saat gladi bersih kami tadi berubah menjadi penampilan menarik yang diliput dan disebar hingga seantero negeri.